Bagaimana Larangan Judi Online Menurut Islam dan UU ITE? Berikut Penjelasannya

Bagaimana Larangan Judi Online Menurut Islam dan UU ITE? Berikut Penjelasannya- Perkembangan teknologi memungkinkan permainan pertaruhan menjadi semakin pesat dan terselubung. Meskipun pemerintah telah memberikan edukasi sekaligus memberikan himbauan larangan judi online. Seolah hal itu sangat sulit untuk dihentikan karena para pelakunya semakin banyak dan berskala internasional.

Tentunya, hukum judi online di mata hukum islam maupun negara sudah pasti diharamkan. Namun, tetap saja banyak orang yang masih tak mau peduli dan terus melakukan permainan judi lantaran terlalu menyenangkan. Lalu bagaimana tanggapan Islam dan hukum UU ITE terkait larangan Judi Online? Ini uraian dan penjelasan terkait hukum larangan judi baik umum maupun online.

Bagaimana Landasan Hukum Larangan Judi Online Menurut Kacamata Islam

Menurut pandangan Islam, judi pkv games dalam bentuk apapun adalah hal yang diharamkan dan melanggar hukum Islam. Hal tersebut lantaran Islam telah mengatur hukuman mengenai perbuatan buruk oleh manusia. Salah satunya adalah judi. Perbuatan demikian sebenarnya sudah terjadi sejak dahulu kala pada zaman Jahiliyah sudah marak terjadi. Maka dari itu, Islam mengatur perbuatan judi dalam bentuk hadits-hadits yang diturunkan untuk pelarangan perbuatan tersebut.

Salah satu hal yang menjadi dasar pelarangan tersebut termaktub di dalam surat Al-Baqarah ayat 219. Surat tersebut merupakan salah satu macam surat yang bisa dijadikan sebagai sumber acuan berhubungan dengan hukum terkait mengenai pelarangan judi menurut kacamata Islam.

Surat Al-Baqarah 219 adalah ayat yang mengungkapkan bahwa judi maupun khamar adalah dua hal yang mempunyai beberapa kegunaan bagi manusia. Namun, hal itu berbanding terbalik dengan keuntungan maupun manfaatnya, malah mendapatkan dosa besar. Lalu apa maksudnya? Judi sebenarnya memberikan manfaat menurut pelaku yang memainkannya. Namun, hal itu tidak sebesar dengan kerugian yang ditimbulkanya baik Anda melakukan perjudian maupun minum khamar.

Di samping itu,perlu Anda ketahui selain Surat Al Baqarah ayat 219, terdapat banyak dasar hukum lain yang mengungkapkan larangan umat islam untuk mengerjakan dua perbuatan yang dianggap dosa besar yakni, minum khamar dan judi.

Bagaimana Pandangan Islam Mengenai Istilah Judi Online?

Larangan judi online juga menjadi salah satu hal lama yang dibuat baru dengan memakai media lebih canggih. Tentu saja menurut pandangan Islam, judi online sama halnya dengan judi itu sendiri. Hal tersebut lantaran judi online juga mempunyai karakter yang sama dengan judi secara umum. Selain itu, judi demikian juga memiliki karakter sama dengan judi yang dilakukan sejak zaman Jahiliyah.

Kesamaan antara judi online dengan judi pada umumnya yakni bet atau taruhan yang dipakai di dalam permainan. Maka dari itu, perjudian online juga menjadi salah satu hal yang dilarang. Larangan judi online juga termaktub di dalam Surat Al Maidah 90 dengan penjelasan sesungguhnya minuman khamar atau arah tersebut memabukkan. Judi, berkorban untuk sesembahan dan mengudi nasib dengan panah merupakan aktivitas buruk sekaligus termasuk perbuatan setan. Maka dari itu, jauhilah perbuatan tersebut agar mendapatkan keberuntungan.

Ayat tersebut secara tegas telah menunjukkan bahwa judi adalah haram. Secara terminologi, judi bisa dikatakan sebagai transaksi yang mampu dilakukan dua pihak untuk kepemilikan benda. Selain itu,  judi bisa berupa jasa menguntungkan salah satu pihak dan membuat rugi pihak lainnya dengan cara menghubungkan transaksi tersebut melalui aktivitas maupun peristiwa tertentu.

Alasan Larangan Judi Online di Indonesia

Perlu Anda ketahui perjudian online di Indonesia sudah marak terjadi terutama di situs-situs illegal. Judi online dapat dikatakan sebagai bentuk transformasi judi umum ke digital agar lebih aman. Perjudian tidak hanya dilarang oleh agama namun juga dilarang oleh pemerintah. Hal tersebut menunjukkan bahwa judi online atau umum adalah aktivitas yang banyak memicu kerugian. Lalu apa saja alasan larangan judi online berikut penjelasannya.

  • Judi Online Pemicu Perselisihan

Salah satu hal yang dapat memicu judi online dilarang ialah efek kerugian perjudian yang memicu perselisihan hingga pertumpahan darah. Sudah dari dulu hingga saat ini. Tempat yang dipakai untuk melakukan judi umumnya akan chaos. 

 

Pasalnya dalam aktivitas judi menjadi lebih banyak orang untuk melakukan kecurangan jika dibandingkan dengan yang tidak.Hal itulah yang dapat memicu permusuhan dan perselisihan bahkan pembunuhan.

 

  • Judi Online Pemicu Lalai Beribadah

Salah satu yang dapat membuat kita kuat secara mental adalah ibadah yang dapat mendekatkan kita kepada Tuha. Saat lali menjalankan ibadah, maka hal tersebut membuat si pelaku kesulitan menjalani hidup dalam jalan lurus yang Allah persiapkan. 

 

Namun, sayangnya judi online maupun umum merupakan salah satu aktivitas yang membuat seseorang lupa dengan waktu ibadah. Apalagi di tempat perjudian umumnya sarat dengan aktivitas yang melanggar asusila. Maka dari itu, orang yang terbiasa bergaul dengan lingkungan akan menjadi lebih mudah melupakan kegiatan ibadahnya.

 

  • Judi Pemicu Kemerosotan Moral

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, perjudian sering kali terhubung dengan hal yang berhubungan dengan aktivitas asusila. Hal tersebut tentu akan merusak moral. Apalagi saat judi ketika sudah dapat dilakukan secara online, maka generasi muda juga dapat melakukan akses pada situs judi kapan saja yang mereka mau. 

Hal tersebut yang nantinya akan memicu bahaya besar yakni, kerusakan moral dari generasi penerus.

Tidak hanya kegiatan asusila, judi sudah menjadi bagian dari sistem peminjaman uang secara riba. Meskipun sifatnya ringan namun dampaknya sangat signifikan baik kehidupan maupun masa depan. 

 

Disamping itu, masih banyak efek buruk dari judi online yang memungkinkan terjadi dalam kehidupan Anda. Apabila Anda tidak berkeinginan untuk terjerumus, pastikan Anda segera meninggalkan kebiasan perjudian tersebut.

Bagaimana Larangan Judi Online Menurut UU ITE?

Judi menurut Pasal 303 ayat (3)KUHP merupakan setiap aktivitas permainan didasarkan atas pengharapan untuk menang atau spekulasi. Umumnya, hal tersebut bergantung pada keuntungan saja dan pengharapan itu jadi bertambah besar lantaran kecerdasan dan kebiasan dalam permainan.

Hal yang termasuk main judi ialah permainan pertaruhan mengenai hasil keputusan permainan lain tidak diadakan oleh mereka yang bermain. Hal itu juga berlaku dengan pertaruhan yang lain.

Dari pasal tersebut dapat ditarik kesimpulan setiap orang secara sengaja dan tanpa hak untuk menyebarkan, membagikan maupun seseorang yang mempermudah akses informasi dokumen berisi perjudian.

Ancaman terhadap pelanggaran diatur dalam Pasal 45 ayat (2) UU 19/2016, yakni: setiap orang secara sengaja dan tidak berhak untuk menyebarkan  maupun memudahkan akses Informasi Elektronik bermuatan judi sesuai Pasal 27 ayat (2), maka si pelaku dipidana paling lama 6 tahun maupun denda maksimal Rp 1 miliar.

Perlu Anda ketahui, sebenarnya orang yang sudah ketagihan berjudi sudah tidak memikirkan kalah maupun menang dalam permainan judi. Hal itu lantaran mereka menganggap hal itu menyenangkan memenuhi keinginan dan memicu candu. 

Banyak orang kecanduan dengan perjudian juga mengungkapkan meski kekalahan mereka bertumpuk ada rasa yang membuat mereka untuk kembali bertanding. Tentunya permainan yang merugikan ini membuat mereka kembali di meja kartu maupun mesin slot. Itulah beberapa hal mengenai larangan judi online dari kacamata islam maupun UU ITE.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *